Minggu, Agustus 16, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

Mengenang Pidato Benediktus XVI yang Menyulut Kemarahan Kalangan Islam dan Jiwa Besarnya untuk  Meminta Maaf   

2 Januari 2023
in Headline, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
Mengenang Pidato Benediktus XVI yang Menyulut Kemarahan Kalangan Islam dan Jiwa Besarnya untuk  Meminta Maaf   

Paus Benediktus XVI. Foto: ist

Katoliknews — Paus Benediktus XVI telah berpulang  pada 31 Desember 2022, pukul 09.34 waktu Roma di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan.

Dua hari sebelumnya, Paus yang sudah berusia 95 tahun dilaporkan kesehatannya memburuk akibit usia yang sudah uzur.

Salah satu yang menarik perhatian publik dari ziarah panjangnya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik (2005-2013) adalah pidatonya di Universitas Regensburg, Jerman, 12 September 2006 silam.

Pidato itu menyulut kemarahan umat Muslim di berbagai negara karena dinilai mengaitkan kekerasan dengan Islam. Akan tetapi, sekaligus setelahnya memperlihatkan kebesaran jiwa Paus untuk meminta maaf atas kesalahan yang sebenarnya ia tidak lakukan.

Dalam pidato tersebut, Paus ke-265 itu mengutip pernyataan seorang kaisar Kristen ortodoks abad ke-14, Kaisar Manuel II Palaeologus dengan sang bijak dari Persia mengenai agama Kristiani dan Islam serta soal kebenaran keduanya.

Baca Juga

Mengapa Jakarta? FABC XII dan Relevansi Indonesia bagi Asia

Sekelumit tentang Buku “Inkarnasi Biologis”, Karya Ilmuwan Katolik Indonesia

Sosok Uskup Agung Walter Erbi, Nunsius Apostolik Baru untuk Indonesia

Breaking News: Paus Leo XIV Tunjuk Uskup Kelahiran Turin Jadi Dubes Vatikan untuk Indonesia

“Tunjukkanlah, apa hal baru yang dibawa Muhammad dan Anda hanya akan menemukan yang buruk dan tidak manusiawi, seperti bahwa ia memerintahkan agar iman yang diwartakannya disebarluaskan dengan pedang,” kutip Paus dalam pidato itu.

Untai kalimat itu membuat negara-negara mayoritas Muslim seperti Turki, Mesir, Palestina, Maroko, Somalia, dan Indonesia melayangkan protes keras.

Di Indonesia, demo digelar termasuk di depan Kedubes Vatikan menuntut Paus yang dikenal sebagai teolog koservatif itu minta maaf.

Di Turki, Pejabat keagamaan juga mendesak Paus untuk minta maaf.

Seorang tokoh Islam di Mesir menyerukan negara-negara Islam untuk memutuskan hubungan dengan Vatikan jika Paus tidak menarik ucapannya.

Mohamed Mahdi Akef, Kepala Organisasi Persaudaraan Muslim tertua dan paling berpengaruh di dunia Arab, mengatakan Paus telah “memancing kemarahan seluruh dunia Islam dan memperkuat argumen mereka yang mengatakan bahwa Barat memusuhi semua yang berbau Islam”.

Paus Berjiwa Besar

Protes dari dunia Islam membuat Paus Benediktus XVI harus berjiwa besar untuk meminta maaf atas kesalahan yang sebenarnya tidak ia lakukan.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pejabat senior Vatikan, Paus mengatakan dia menghormati Islam dan berharap umat Islam akan memahami inti dari kata-katanya.

Pasalnya, kalimat yang dinilai mengidentikkan Islam dengan kekerasan itu bukan pernyataan, melainkan kutipan.

Juga, pidato nuansanya sangat berbeda, karena disampaikan sebagai literatur (kutipan dan referensi) yang merupakan diskusi dari Kaisar Manuel II dengan lawan bicara (orang Persia).

Sebenarnya, wajar sekali dalam forum ilmiah di universitas mengutip pernyataan dari literatur. Paus sadar akan pendengarnya dan yang dilakukan di dalam Aula Magna Univesitas Regensburg dalam konteks sebagai forum “kuliah luar biasa” teologi.

Dalam hal ini barangkali lebih tepat dikategorikan sebagai pengutipan untuk mempelajari dan merenungkan sejarah Gereja dan agama. Sebuah sikap wajar dalam konteks ilmiah.

Yeri Orlando

Tags: Paus Benediktus XVI dan IslamPidato di Regensburg
SendShare16Tweet10Send
Next Post
Cerita Perawat Pribadi sebelum Paus Benediktus XVI Mengembuskan Napas Terakhir

Cerita Perawat Pribadi sebelum Paus Benediktus XVI Mengembuskan Napas Terakhir

Fakta-Fakta Unik tentang Paus Benediktus XVI: Dari Gabung Rezim Nazi sampai Teolog Konservatif

Fakta-Fakta Unik tentang Paus Benediktus XVI: Dari Gabung Rezim Nazi sampai Teolog Konservatif

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net