Katoliknews – Kelompok Pemuda di Jakarta yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Tanpa Perang (No War Youth Alliances) mendukung Paus Leo XIV dalam menghadapi rezim perang Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Mereka menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis, 23 April 2026. Mereka mendesak untuk menghentikan perang yang hanya akan menyengsarakan warga sipil, memperbesar ketidakadilan antarbangsa, dan mengancam perdamaian dunia.
Kelompok pemuda itu datang dari berbagai organisasi, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) Jakarta, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakpustra.
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, mereka menyebut keberanian Paus Leo XIV dalam mengkritik politik perang Trump sejatinya menyuarakan harapan dan penderitaan, sukacita dan penderitaan kemanusiaan.
“Kami bersolidaritas pada setiap seruan perdamaian Paus Leo XIV bersama para pemimpin spiritual lainnya, yang menjadi kompas moral bagi kita untuk menyerukan jalan dialog daripada perang; solidaritas antarbangsa, alih-alih dominasi dan eksploitasi,” ujar kelompok itu.
Karena itu, mereka juga mendorong pemerintah Indonesia “agar secara lebih tegas dan aktif di forum-forum internasional untuk menolak segala bentuk penjajahan, menyerukan perlindungan segenap bangsa serta perdamaian abadi sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.”
Selain pemerintah, mereka mendorong pemimpin asosiasi keagamaan di Republik ini agar secara publik dan konsisten mengkritisi setiap bentuk politik komodifikasi perang antarbangsa, serta menyuarakan jalan dialog serta perdamaian demi kesejahteraan bersama umat manusia.
Aliansi itu juga, melalui aksi di depan kedutaan AS, menggalang solidaritas bersama masyarakat sipil Amerika Serikat untuk melawan kebijakan politik perang Trump dalam perang melawan Iran “yang tidak akan menghasilkan kemenangan apa pun kecuali penderitaan dan penghinaan pada martabat manusia.”) ***

Discussion about this post