Katoliknews– Ratusan Orang Muda Katolik (OMK) di paroki-paroki yang ditangani oleh para Fransiskan di daratan Flores berkumpul dalam acara tahunan bertajuk “OMK: Saudara bagi Semua” di Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat, Kurubhoko, Keuskupan Agung Ende pada 25-28 Juni 2026. Kegiatan ini sebagai momen berbagi pengalaman iman, belajar kearifan lokal, dan mewujudkan secara konkret hidup sebagai saudara.
Selain tuan rumah, mereka datang dari Paroki Santo Franiskus Assisi, Tentang, Keuskupan Labuan Bajo; dari Paroki Kristus Raja, Pagal dan Santo Fransiskus Assi-Karot, yang keduanya berada di wilayah Keuskupan Ruteng; kemudian dari Paroki Yesus Kerahiman Ilahi Aeramo, Keuskupan Agung Ende. Tiap-tiap paroki mengutus 40 orang peserta.
Kegiatan itu diisi dengan berbagai kegiatan antara lain seminar, ibadah, syering, dan pesta, yang membantu para peserta mengenal, menghayati, dan mewartakan nilai-nilai Fransiskan yang bersumber dari warisan tokoh kenamaan abad ke-13, Fransiskus Assisi.

Selain itu, para peserta menginap di rumah-rumah umat setempat yang menjadi ruang bagi mereka untuk saling sharing iman, berbagi kearifan-kearifan lokal yang tumbuh di daerah masing-masing, serta menghayati hidup sebagai saudara kendati berbeda suku dan latar belakang.
Ketua Dewan Harian Paroki St. Maria Ratu Para Malaikat Kurubhoko, Philipius Nerius Wese, dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun tali persaudaraan antar sesama OMK selama kegiatan berlangsung.
Menurut dia, metode live in sengaja dipilih bertujuan mempererat hubungan antar peserta dan memperkenalkan kehidupan komunitas lokal.
Sementara Ketua OMK Kurubhoko, Sergius Nggoli mengajak seluruh peserta untuk tetap bersama dan teguh mengikuti rangkaian kegiatan hingga penutupan pada 28 Juni 2026. Ia menekankan pentingnya ketaatan terhadap rundown yang telah disusun oleh panitia Flores agar semua sesi berjalan tertib dan manfaat kegiatan maksimal.
Gardian Gardianat Rieti, Pater Carles Talu OFM mengajak para OMK untul menghayati semangat Santo Fransiskus, seperti kemiskinan rohani, kerendahan hati, cinta terhadap ciptaan, dan pelayanan kepada sesama.
Ia menegaskan untuk untuk tidak hanya mengikuti acara secara formal, tetapi menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam sikap sehari-hari baik selama pertemuan maupun setelah kembali ke paroki masing-masing.
Hal-hal sederhana yang bisa dibuat, terang Pater Charles, adalah berbagi makanan, waktu, dan perhatian pada sesama dan lingkungan.
Laporan: Guido Soru, OMK Kurubhoko

Discussion about this post