Minggu, April 19, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Gereja di Sri Lanka Tuntut Pemerintah Transparan dalam Penyelidikan Kasus Bom Minggu Paskah

22 Juli 2019
in Berita, Dunia
Reading Time: 2 mins read
Gereja di Sri Lanka Tuntut Pemerintah Transparan dalam Penyelidikan Kasus Bom Minggu Paskah

Katoliknews – Sejumlah pimpinan gereja Katolik di Sri Lanka menuntut pemerintah transparan dalam menyelidiki kasus bom gereja yang menewaskan ratusan orang pada Minggu Paskah, April lalu.

Tuntutan ini menyusul dimulainya penyelidikan oleh pemerintah Sri Lanka, termasuk komite presiden dan komite terpilih parlemen.

Seperti dilansir Ucanews.com, uskup auksilier Kolombo, Mgr J. Anthony Jayakody meminta pemerintah untuk menunjuk komisi independen menangani penyelidikan ini.

Hal itu, kata dia, untuk menegakkan keadilan bagi para korban.

“Laporan temuannya harus diketahui publik. Jika sebuah badan independen menyelidiki ledakan Minggu Paskah, maka kebenaran akan terungkap,” kata Mgr Jayakodi.

Baca Juga

Pastor Marsel Agot SVD, Penerima Penghargaan Lingkungan dan Maarif Award Meninggal Dunia

Biarawati-Dokter Pemenang Penghargaan Magsaysay Tutup Usia

Trump Menolak Berdamai dengan Paus Leo XIV: Gedung Putih dan Vatikan Memanas

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Menurut Mgr Jayakody, warga Sri Lanka juga saat ini trauma dan hidup dalam ketakutan akibat serangan semacam itu.

Sementara itu, Kardinal Srilanka, Malcolm Ranjith pada 23 Juni lalu menyatakan keprihatinannya atas kegagalan pemerintah mengidentifikasi orang-orang yang terlibat dalam perencanaan dan pembiayaan pemboman tersebut.

“Politisi yang haus kekuasaan ingin mengambil segalanya untuk diri mereka sendiri dan menyebarkan kebencian,” kata Kardinal Ranjith saat berpidato di hadapan warga Sri Lanka pada Misa khusus di Milan di Italia.

“Mereka tidak pernah mengakui kesalahan mereka. Bagaimana seseorang bisa membunuh orang lain atas nama Tuhan? Di manakah Tuhan yang menemukan kebahagiaan dalam membunuh manusia?”

“Mereka yang melakukan tindakan seperti itu tidak akan pernah masuk Surga,” tambahnya.

Di sisi lain, para imam Katolik telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung Sri Lanka lantaran menganggap pemerintah gagal menindaklanjuti peringatan yang berpotensi mencegah serangan.

Para imam menuduh 13 pejabat publik, termasuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe lalai menjalani tugas dan melanggar hak asasi manusia, terutama hak umat Katolik untuk secara bebas menjalankan agama mereka.

Sebelumnya, Presiden Srilanka, Maithripala Sirisena mengatakan serangan Paskah itu adalah ulah pengedar narkoba internasional.

Namun beberapa hari setelah itu, pihaknya menyatakan bahwa kelompok-kelompok teror lokal dan internasional bertanggung jawab atas insiden ini.

Sirisena juga sempat meminta Inspektur jenderal polisi, Pujitha Jayasundara untuk bertanggung jawab atas serangan bunuh diri dengan mengundurkan diri, meski akhirnya ia hanya diberikan sanksi cuti.

Tags: Bom Gereja Minggu Paskah SrilankaKardinal Srilanka Malcolm RanjithKatolik SrilankaMgr J. Anthony JayakodyPenyelidika bom gereja di SrilankaPresiden Srilanka Maithripala Sirisenauskup auksilier Kolombo
SendShare36Tweet4Send
Next Post
Polri Pastikan Suami Isteri Pelaku Bom Gereja Katedral di Filipina Adalah WNI

Polri Pastikan Suami Isteri Pelaku Bom Gereja Katedral di Filipina Adalah WNI

Presiden Filipina Desak Warganya Keluar Dari Gereja Katolik

Empat Uskup Filipina Dituding Sebar Hasutan untuk Lengserkan Presiden

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net