Minggu, Agustus 16, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Soal Praktik “Kawin Tangkap” di Sumba, Pastor Antropolog Nilai Perlu Ubah Cara Pandang

23 Juni 2020
in Berita, Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Soal  Praktik “Kawin Tangkap” di Sumba, Pastor Antropolog Nilai Perlu Ubah Cara Pandang

Kawin Tangkap di Sumba. NTT

Katoliknews – Pastor Gregorius Neonbasu, SVD, antropolog di Universitas Widya Mandira (Unwira), Kupang menanggapi video yang ramai beredar di media sosial soal praktik “kawin tangkap” di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kawin tangkap merupakan sebuah praktik perkawinan di Sumba di mana sekelompok pria memaksa, hingga memboyong seorang wanita untuk dinikahkan dengan seorang pria.

Biarawan Serikat Sabda Allah itu menilai, praktik tersebut merupakan tindakan pragmatis yang lahir dari kondisi dan iklim kehidupan yang sesaat. Oleh karena itu, ia menyerukan masyarakat mengubah cara pandang soal dinamika kehidupan keluarga.

“Praktik kawin tangkap seperti itu harus dapat dijelaskan dengan memperhatikan sosial-kemasyarakatan orang Sumba dalam pertimbangan moral-etik dan benturan arti dan makna baru dari dinamika kehidupan keluarga,” tandas Pastor Gregogrius, sebagai dilansir Antaranews.com, Jumat, 19 Juni 2020.

“Jadi, menurut saya, hal tersebut harus segera ditanggapi oleh tokoh dan sesepuh masyarakat Sumba sendiri, karena memang praktik kawin tangkap itu sendiri hanyalah tindakan yang terjadi karena kondisi dan iklim kehidupan sesaat di daerah itu,” tambahnya.

Baca Juga

Breaking News: Paus Leo XIV Tunjuk Uskup Kelahiran Turin Jadi Dubes Vatikan untuk Indonesia

Temu OMK Fransiskan se-Daratan Flores Dorong Internalisasi Spirit Persaudaraan

Lawatan Paus ke Spanyol: Ini Jawabannya Ketika Ditanya Dukung Madrid atau Barcelona?

Gebrakan Paus Leo XIV: Tunjuk Perempuan Awam Kepalai Dikasteri di Vatikan

Merujuk pada pendapat para peneliti dari luar negeri seperti Janet Alison Hoskin yang meneliti di Kodi, Sumba Barat Daya dan Joel C Kuipers di Wawewa, Sumba Barat, dosen Unwira itu mengatakan, praktik tersebut tidak bisa dikatakan sebagai budaya.

“Mereka berpendapat bahwa kawin tangkap tidak boleh dikatakan sebagi satu budaya, itu hanya kebiasaan yang selalu terjadi berulang-ulang,” tandasnya.

Masyarakat Sumba, kata dia , sangat menghormati harkat dan martabat perempuan.

Lantas di tengah gejolak sosial seperti ini, tambahnya, penting untuk menemukan simpul-simpul kearifan lokal. Hal ini penting untuk menjelaskan relasi masyarakat lokal Sumba di satu pihak, dan tegangan sosial dalam keluarga masing-masing di pihak lain.

Video tentang praktik kawin tangkap ini viral Twitter Jumat (6/12/2019). Dalam video tersebut, terlihat sekelompok pria sedang memaksa untuk memboyong perempuan yang diduga akan dinikahkan.

Pada narasi video disebutkan bahwa kejadian itu bernama ” kawin tangkap” yang terjadi Sumba.

Ian Saf

Tags: Kawin Tangkap di SumbaPastor Gregorius Neonbasu
SendShare260Tweet37Send
Next Post
Paus Emeritus Benediktus XVI Jenguk Kakaknya yang Sedang Sakit di Jerman

Pasca Lima Hari Kunjungi Kakaknya yang Sedang Sakit, Paus Emeritus Benediktus XVI Kembali ke Vatikan

Akui Peran Gereja Katolik dalam Pembangunan, Gubernur NTT Mengatakan Ia Bakal Kesulitan Jika Berseberangan dengan Gereja

Akui Peran Gereja Katolik dalam Pembangunan, Gubernur NTT Mengatakan Ia Bakal Kesulitan Jika Berseberangan dengan Gereja

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net