Minggu, Juni 21, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Headline

Ketua KWI Perihatin dengan Kasus di Tanjung Balai

1 Agustus 2016
in Headline, Nusantara, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
Ketua KWI Perihatin dengan Kasus di Tanjung Balai

Mgr Ignatius Suharyo. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Ignatius Suharyo menyatakan perihatin atas penyerangan sejumlah vihara dan kelenteng di Tanjung Balai, Sumatera Utara pada Jumat malam, 29 Juli, hingg Sabtu dini hari, 30 Juli 2016.

Lewat pernyataan yang direkam dalam sebuah video, Mgr Suharyo menyebukan bahwa peristiwa itu “melukai persaudaraan kita sebagai sesama bangsa Indonesia.”

Sebagaimana diberitakan, sekitar 10 vihara dan klenteng dirusak massa setelah seorang warga keturunan Tionghoa memprotes penggunaan pengerasa suara di Masjid setempat di Tanjung Balai pada Jumat malam, 29 Juli.

Hal itu kemudian memicu kemarahan massa, apalagi disulut dengan berbagi pesan provokatif via media sosial.

Mgr Suharyo yang juga Uskup Agung Jakarta mengajak semua pihak belajar dari peristiwa itu.

Baca Juga

Menjadi Saksi Tuhan yang Militan

Lawatan Paus ke Spanyol: Ini Jawabannya Ketika Ditanya Dukung Madrid atau Barcelona?

Gebrakan Paus Leo XIV: Tunjuk Perempuan Awam Kepalai Dikasteri di Vatikan

Gereja Katolik di Papua Hangus Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Lilin yang Lupa Dipadamkan

“Kita semua mempunya cita-cita yang sangat indah, antara lain yang terumus di dalam Pancasila, Persatuan Indonesia,” katanya, dalam video itu, yang juga disebar di akun Instagram KAJ.

Ia mengatakan, “tidak ada seorangpun yang ingin konflik, tidak ada serangpun yang ingin terluka, tidak ada seorangpun yang ingin memusuhi saudara-saudarinya.”Instagram KAJ

“Kita terima peristiwa ini sebagai yang sudah terjadi.  Tetapi sekali lagi, mari kita belajar dari peristiwa-peristiwa semacam itu, moga-moga kita dapat memetik yang paling baik dari peristiwa itu demi kebangsaaan kita, demi  kesejahteraan kita dan tentu saja demi ketuhanan yang maha esa dan kemanusiaan yang semakin mulia, dijunjung tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu pihak kepolisian dilaporkan sudah menetapkan 12 tersangka dalam peristiwa itu, di mana empat terkait kasus perusakan vihara dan 8 terkait kasus pencurian selama kerusahan berlangsung.

Ismail Hasani, peneliti dari Setara Institute for Democracy and Peace mengatakan, gerak cepat Polri dalam peristiwa ini merupakan langkah tepat, termasuk dengan mempertemukan tokoh-tokoh agama dan memulihkan situasi menjadi lebih kondusif.

“Tetapi langkah tersebut belum cukup. Polri diharapkan dapat mengungkap aktor penggerak kerusuhan tersebut,” kata dia.

Untuk itu, Ismail berharap  masyarakat  tidak mudah terprovokasi untuk melakukan aksi-aksi intoleran dan kekerasan lanjutan.

“Peristiwa tersebut memberikan pembelajaran bagi semua pihak, bahwa kondisi intoleransi di tengah masyarakat semakin meningkat,” kata dia.

Menurut Ismail dalam berbagai peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan yang terus terjadi mengkonfirmasi status toleransi masyarakat yang semakin menipis.

“Pemerintah harus mengambil langkah mendasar dalam merespons seluruh peristiwa pelanggaran yang terus terjadi,” katanya.

Edy/Katoliknews

Tags: Mgr Ignatius Suharyo
SendShare10Tweet5Send
Next Post
Tommi Legowo: Mengabdi Negara dan Gereja

Tommi Legowo: Mengabdi Negara dan Gereja

Keuskupan Agung Medan Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Keuskupan Agung Medan Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net