Selasa, Mei 12, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Paus Bertemu Perempuan Pertama yang Menjadi Uskup Agung Canterbury

Paus Leo XIV menyerukan persatuan umat Kristiani untuk memperkuat upaya mewartakan Injil di tengah dunia yang terpecah belah karena perang dan konflik.

28 April 2026
in Berita, Headline, Vatikan
Reading Time: 2 mins read
Paus Bertemu Perempuan Pertama yang Menjadi Uskup Agung Canterbury

Katoliknews – Paus Leo XIV bertemu perempuan pertama yang memimpin umat Kristen Anglikan sedunia, Uskup Agung Canterbury yang baru dilantik, Sarah Mullally, dan mendesak persatuan untuk mewartakan Injil secara lebih efektif.

Audiensi kepausan di Vatikan pada Senin, 27 April itu merupakan bagian dari perjalanan luar negeri pertama Mullally sejak mengambil peran pentingnya bulan lalu sebagai perempuan pertama yang memegang peran sebagai pemimpin tertinggi Gereja Inggris.

“Meskipun dunia kita yang menderita sangat membutuhkan kedamaian Kristus, perpecahan di antara umat Kristen melemahkan kemampuan kita untuk menjadi pembawa kedamaian yang efektif,” kata Leo kepada Mullally dan delegasinya dalam pidato yang diterbitkan oleh Vatikan, seperti dilansir Ucannews.

 

“Jika dunia ingin menerima khotbah kita dengan sepenuh hati, maka kita harus terus berdoa dan berupaya untuk menghilangkan segala rintangan yang menghalangi pemberitaan Injil,” katanya, menambahkan bahwa “persatuan demi penginjilan yang lebih berbuah” telah menjadi tema yang berulang sepanjang pelayanannya.

Baca Juga

Paus: Jangan Memperalat Tuhan untuk Keuntungan Militer, Ekonomi, atau Politik

Imajinasi yang Kudus: Sebuah Pertemuan di Persimpangan Jalan

Serangan Kelompok Jihadis Hancurkan Gereja Katolik Bersejarah di Mozambik

Paus Mengenang para Jurnalis yang Meregang Nyawa karena Kekerasan dan Perang

Paus Leo menyebutkan kemajuan antara kedua gereja dalam “isu-isu yang secara historis memecah belah” tetapi mengatakan “masalah-masalah baru telah muncul dalam beberapa dekade terakhir,” tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Meskipun demikian, kita tidak boleh membiarkan tantangan-tantangan yang terus berlanjut ini mencegah kita untuk menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk mewartakan Kristus kepada dunia bersama-sama,” kata Leo, pemimpin berusia 70 tahun dari 1,4 miliar umat Katolik di dunia.

Mullally, 63 tahun, adalah mantan perawat yang menikah dan memiliki dua anak.

Pada abad ke-16, Raja Henry VIII memisahkan diri dari Gereja Katolik, dan mendirikan Gereja Inggris.

Pada abad-abad berikutnya, hubungan terus membaik, tetapi pada tahun 2016, keretakan baru muncul, khususnya mengenai penahbisan perempuan, yang dilarang dalam Gereja Katolik.

Perempuan telah diizinkan menjadi uskup di Gereja Inggris sejak tahun 2014, meskipun isu ini tetap menimbulkan perdebatan.

Kunjungan Mullally terjadi enam bulan setelah Raja Charles III bertemu dengan Leo, menjadikannya gubernur tertinggi pertama Gereja Inggris yang berdoa bersama seorang paus.) ***

Tags: Paus Leo XIVSarah MullallyUskup Agung Canterbury
SendShare10Tweet6Send
Next Post
Ini Lima Santo Pelindung untuk Hari Orang Muda Sedunia (WYD) 2027 di Korea Selatan

Ini Lima Santo Pelindung untuk Hari Orang Muda Sedunia (WYD) 2027 di Korea Selatan

Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM Hadiri Pertemuan Scholas Occurentes di Roma

Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM Hadiri Pertemuan Scholas Occurentes di Roma

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net