Selasa, Juni 23, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Buka Suara Soal Kasus Gereja di Karimun, Jokowi Perintahkan Menkopolhukam dan Kapori Tindak Tegas Kelompok Intoleran

12 Februari 2020
in Nusantara, Pilihan Editor
Reading Time: 1 min read
Presiden Jokowi Ajak Mayoritas dan Minoritas Tetap Bersatu

Presiden Joko Widodo. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara terkait polemik yang dihadapi Gereja  Paroki Santo Joseph di Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menyebut upaya penolakan oleh sekelompok warga terhadap renovasi gereja itu sebagai sebuah intoleransi yang mesti ditindak tegas.

“Ini masalah intoleransi. Saya kira sudah berkali kali saya sampaikan bahwa konstitusi kita menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadat seusai kepercayaannya,” kata Jokowi di istana negara, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

“Jelas konstitusi kita berikan payung kepada seluruh rakyat,” tambahnya.

Ia memastikan bahwa negara menjamin kebebasan beragama.

Baca Juga

Gereja Katolik di Papua Hangus Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Lilin yang Lupa Dipadamkan

Lembaga Gereja Kutuk Rentetan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Papua

Siswa Katolik Jadi Lulusan Terbaik di Sekolah Islam

Bedah Buku: Pedagogi Persaudaraan untuk Pembangunan Manusia Integral

Ia pun mengaku sudah memerintahkan Menkopolhukam, Mahfud MD dan Kapolri, Jenderal Idham Azis untuk menjamin terlaksananya kebebasan beribadah dan menindak tegas kelompok atau masyarakat yang mengganggu.

“Saya perintahkan Menkopolhukam dan Kapolri (agar) tegas. Ini harus diselesaikan,” katanya.

“Jangan sampai intoleransi itu ada,” tambah Jokowi.

Ia mengatakan, mestinya pemerintah daerah bisa menyelesaikan masalah di Karimun. Sayangnya, kata dia, tidak ada langkah yang diambil pemerintah daerah untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Dalam kesempatan yang sama ia juga menyebut masalah yang dihadapi masjid di Minahasa Utara, yang sempat ditentang oleh masyarakat setempat.

“(Masalah gereja di Karimun dan masjid di Minahasa Utara) harus dirampungkan karena jadi preseden yang tidak baik dan bisa menjalar ke daerah lain,” tutupnya.

Pembangunan bangunan baru Gereja Paroki Santo Joseph di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, terpaksa dihentikan karena penerbitan izin mendirikan bangunannya digugat oleh sekelompok warga.

Nasib kelanjutan pembangunannya baru bisa diputuskan setelah ada putusan pengadilan. Warga juga sempat menghendaki gereja tersebut direlokasi dan bangunan lama dijadikan cagar budaya.

Pada 6 Februari lalu, situasi sempat memanas ketika umat berusaha memulai pembongkaran bangunan lama. Massa yang menolak kemudian menggeruduk lokasi, yang memaksa pastor paroki diamankan di kantor polisi dan baru kembali ke pastoran pada malam hari.

Tags: JokowiKarimun
SendShare18375Tweet18Send
Next Post
Tolak Tunduk Pada Tekanan Massa, Pihak Gereja Katolik di Karimun Tegaskan Tetap Bangun Gereja

Diperintahkan Atasi Kasus di Gereja di Karimun, Polri: 'Kami Tidaklanjuti, Teknisnya Akan Dibahas'

Pesan Pentekosta Paus Fransiskus: Biarkan Roh Kudus Mengubah Diri Kita

Paus Fransiskus Tolak Usulan ‘Longgarkan’ Aturan Selibat di Kawasan Amazon

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net