Senin, April 13, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Inspiratif

Apa Makna Perayaan Minggu Palma?

5 April 2020
in Inspiratif, Katekese
Reading Time: 2 mins read
Minggu Palma dan Pekan Suci

Katoliknews.com – Umat Katolik merayakan hari Minggu Palma hari ini, 5 April 2020.

Biasanya pada hari ini, umat datang ke Gereja sambil membawa daun palma, yang akan diberkati.

Situasi khusus tahun ini, di mana warga dunia menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) membuat Minggu Palma tidak dirayakan seperti biasanya. Imam atau uskup memilih memimpin Misa di Gereja yang kosong, sementara umat diminta mengikutinya lewat siaran langsung melalu televisi atau internet.

Mereka juga diminta tetap menyediakan daun palma di rumah, yang kemudian diberkati langsung oleh imam saat berkunjung ke lingkungan atau wilayah mereka. Sebagian juga memilih meminta umat berbaris di jalan dan imam berkeliling memberi berkat, sebelum kemudian merayakan Misa di Gereja.

Apa makna perayaan ini?

Baca Juga

Obituari Pater Nico Syukur Dister OFM: Guru Fransiskan, Cahaya yang Tetap Menuntun dari Fajar Timur

Selayang Pandang Gelar “Kardinal” dalam Gereja Katolik

Iman Mesti Dihayati dengan Mata Terbuka [Renungan Minggu, 8 September 2024]

[Renungan Minggu Biasa XVIII] Sikap Peduli: Jalan Membebaskan Sesama

Minggu Palma dirayakan untuk mengenang momen ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, sebelum Ia akan menjalani peristiwa sengsara, hingga mati di kayu Salib dan bangkit kembali, yang dirayakan pada Minggu Paskah.

Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat dalam keempat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19.

Saat itu, umat mengeluk-elukan Yesus dengan daun palma di tangan.

Mengalasi jalan dengan daun palma adalah kebiasaan yang dilakukan bagi orang yang berkedudukan tinggi di zaman Yesus.

Di beberapa gereja, jemaat membentuk daun palem menjadi bentuk salib. Daun yang digunakan pun, tak hanya palem. Beberapa negara yang tak memiliki palem menggunakan tanaman lokal seperti bunga dan ranting pohon.

Yesus tiba di Yerusalem dengan mengendarai keledai, yang dianggap sangat simbolis dengan perdamaian,  berbeda dengan kuda yang identik dengan perang.

Daun palem yang sudah diberkati saat Minggu Palma akan dibawa pulang untuk dipasang di rumah masing-masing sebagai tanda telah siap untuk memasuki Paskah.

Daun yang sudah kering kemudian dibakar dan digunakan untuk perayaan Rabu Abu pada tahun berikutnya.

Tags: makna Minggu PalmaMinggu Palma
SendShare970Tweet530Send
Next Post
Umat Katolik di Pedalaman Papua Ikut Misa Minggu Palma Lewat Radio

Umat Katolik di Pedalaman Papua Ikut Misa Minggu Palma Lewat Radio

Pimpin Misa Minggu Palma, Kardinal Suharyo Sebut ‘Tinggal di Rumah’ Sebagai Jalan Kasih Mengikuti Yesus

Pimpin Misa Minggu Palma, Kardinal Suharyo Sebut 'Tinggal di Rumah’ Sebagai Jalan Kasih Mengikuti Yesus

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net