Katoliknews – Jaringan global organisasi amal dan kemanusiaan milik Gereja Katolik yang berdedikasi untuk melayani orang miskin, tertindas, dan mereka yang terdampak bencana atau yang kondang dikenal nama Caritas berupaya memperkuat pelayanan kemanusiaan global dengan basis komunitas, solidaritas, dan martabat manusia.
Hal itu terungkap dalam rangkaian kegiatan internasional bertajuk “Merayakan Yubileum 75 Tahun Caritas Internationalis dan 20 Tahun Caritas Indonesia dari Komunitas” pada 17–21 Mei 2026 di Keuskupan Labuan Bajo, Flores, NTT.
Rangkaian kegiatan itu dihadiri oleh para pemimpin dan delegasi Caritas Internationalis, antara lain Presiden Caritas Internationalis, Yang Mulia Cardinal Tarcisio Isao Kikuchi, Wakil Presiden Philomena Antonio, Sekretaris Jenderal Alistair Chad Dutton, 26 anggota Dewan Perwakilan (Representative Council/RepCo) Caritas Internationalis yang terdiri dari 1 Kardinal, 3 Uskup, 1 imam, dan 21 awam.
Hadir pula dari Organ Yayasan KARINA (Pembina, Pengawas, Pengurus, Direktur Eksekutif, Komite Caritas Indonesia, Staf Caritas Indonesia), Ketua KWI, para uskup Regio Nusa Tenggara, para Direktur Caritas-PSE Keuskupan se-Indonesia, serta berbagai tamu undangan dari pemerintah dan mitra karya kemanusiaan.
Dalam press release yang diterima media, pada 18 Mei 2026 para delegasi Caritas Internationalis bersama Caritas Indonesia akan mengunjungi komunitas dampingan di Paroki Santa Theresia Kalkuta – Datak, Keuskupan Labuan Bajo, yang Tengah menjalani Program HARVEST (Holistic, Agriculture, Resilience, Vision, Empowernment, Sustainability and Transformation) dari Caritas Indonesia.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk berjumpa dengan Masyarakat dan melihat secara langsung praktik pemberdayaan ekonomi masyarakat serta pertanian organik sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup yang sejalan dengan semangat Laudato Sὶ,” demikian bunyi pernyataan itu.
Selain kunjungan komunitas, pada hari yang sama, kegiatan akan diisi dengan perayaan Ekaristi pada pukul 17.00 di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo yang dipimpin oleh Presiden Caritas Internationalis, Cardinal Tarcisio Isao Kikuchi, dari Tokyo, Jepang.
Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan acara malam budaya (Cultural Night) bersama tamu Caritas Internationalis, Caritas Indonesia, Keuskupan, Pemda dan perwakilan komunitas budaya, dan pelajar sebagai bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya Indonesia dan semangat persaudaraan lintas bangsa.
Bersyukur Jadi Tuan Rumah
Sebagai tuan rumah, Uskup Keuskupan Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus mengucap terima kasih atas kepercayaan Caritas Internationalis untuk melaksanakan rangkaian kegiatan pertemuan di Keuskupan Labuan Bajo.
“Sebagai Keuskupan baru, ini adalah kepercayaan dan dukungan bagi kami. Kami menyambut baik semua tamu yang datang, terutama Presiden Caritas Internationalis yang hadir langsung,” kata Mgr. Maksi
Ia berharap, pertemuan itu membawa manfaat jangka panjang terutama dalam kolaborasi berkelanjutan, dan para peserta dapat menikmati atmosfer Keuskupan Labuan Bajo sebagai salah satu pusat keindahan pariwisata.
Senada Direktur Caritas Keuskupan Labuan Bajo RD Yuvensius Rugi menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dari Caritas Internationalis.
“Kami merasa bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan untuk menyelenggarakan kegiatan internasional ini di Indonesia, khususnya di Keuskupan Labuan Bajo yang dikenal sebagai kawasan pariwisata super premium sekaligus wilayah yang terus membangun pelayanan pastoral dan sosial yang kontekstual,” kata RD Yuvensius.
“Kami berkomimtmen untuk menyelenggarakan pertemuan ini dengan sukses dan program-program Caritas dijalankan dengan baik,” tambahnya.
Caritas Keuskupan Labuan Bajo berharap agar semangat kasih, solidaritas, dan pelayanan kepada sesama semakin bertumbuh dan menginspirasi masyarakat luas dalam membangun dunia yang lebih manusiawi, adil, dan penuh harapan.
Bupati Kabupaten Manggarai Barat Edistasius Endi juga mengapresiasi langkah Caritas Internationalis dan Caritas Indonesia yang memilih Keuskupan Labuan Bajo sebagai tempat untuk perayaan ulang tahunnya.
“Saya berharap agar kolaborasi antara Gereja dan pemerintah semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah Kabupaten Manggarai Barat,” kata Edi Endi.
Sementara itu Direktur Caritas Indonesia RD Fredy Rante Taruk memberikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo yang bersedia menjadi tuan rumah perayaan Yubileum 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia.
“Kami berharap agar seluruh rangkaian pertemuan berjalan lancar dan sukses, dan program-program Caritas Indonesia di Keuskupan Labuan Bajo berjalan baik dan berkelanjutan,” RD Fredy.
Rian Safio (Jakarta)

Discussion about this post