Selasa, Juni 23, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita Nusantara

Menag: Bijaklah Menyikapi Informasi di Media Sosial

22 November 2016
in Nusantara
Reading Time: 2 mins read
Menteri Agama: Izin Gereja St Clara Sudah Sah

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Ist)

Katoliknews.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak pemuka agama dan umat beragama agar memiliki filter dalam menyikapi konten yang beredar di media sosial.

“Di era globalisasi, tiada lagi batasan dalam berkomunikasi. Tanpa adanya filter konten, ini berpotensi memicu masalah baru,” katanya dalam diskusi publik “Umat Beragama Mencegah Konflik SARA pada Media Sosial dan Informasi Transaksi Elektronik” di Medan, Sumatera Utara, Jumat, 18 November 2016.

Menurutnya, melalui media sosial, banyak konten negatif dan ujaran kebencian beredar bahkan dibagikan tanpa lagi filter atau pun verifikasi kebenarannya.

Karena itu, kata dia, diperlukan kearifan dan sikap bijak sebelum menjadi bagian yang ikut menyebarluaskan.

Menag berharap umat beragama dapat menyaring (filter) informasi di media sosial yang diterimanya, sebelum ikut menyebarluaskan.

Baca Juga

Gereja Katolik di Papua Hangus Terbakar, Polisi Sebut Dipicu Lilin yang Lupa Dipadamkan

Lembaga Gereja Kutuk Rentetan Kekerasan terhadap Warga Sipil di Papua

Siswa Katolik Jadi Lulusan Terbaik di Sekolah Islam

Bedah Buku: Pedagogi Persaudaraan untuk Pembangunan Manusia Integral

Hal itu penting untuk meminimalisir potensi terjadinya konflik SARA yang bersumber dari informasi yang berkembang di media sosial.

“Perubahan akan semakin cepat lima, 10 tahun ke depan. Ini jadi tantangan para pemuka agama dalam memberikan pemahaman keagamaan pada umat,” tutur Lukman.

Dia mengatakan pemuka agama dan umat beragama saat ini dihadapkan kepada dua tantangan.

Pertama, bagaimana mereka tetap menjaga hakikat misi agama itu sendiri, yakni mengembalikan esensi agama yang memanusiakan manusia, karena menurut dia, banyak konflik yang terjadi saat ini, menjadikan agama sebagai alat pembenaran bagi pihak yang sedang berkonflik. Maka umat beragama haruslah jadi pihak yang ikut menyejukan dan meredam konflik itu sendiri.

Kedua, terkait soal agama, dia mengatakan nilai agama sering dijadikan sebagai parameter atau tolok ukur perilaku orang lain berdasarkan agama yang kita anut atau yang kita yakini. Hal ini sering menghakimi orang lain yang tidak sepaham dengan kita.

Dia menginginkan agama dijadikan sebagai alat ukur perilaku diri kita sendiri terhadap orang lain. Hal ini tentunya akan meminimalkan salah paham yang ada.

“Pada masyarakat yang sangat religius di Indonesia, agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Makanya agama menempati posisi yang luar biasa dalam tatanan sosial kehidupan,” tandas Menteri Lukman.

Katoliknews

Tags: Menteri Agama
SendShare13Tweet6Send
Next Post
Akui Terlibat Genosida, Gereja Katolik di Rwanda Minta Maaf

Akui Terlibat Genosida, Gereja Katolik di Rwanda Minta Maaf

Paus Fransiskus: Semua Pastor Bisa Ampuni Dosa Aborsi

Paus Fransiskus: Semua Pastor Bisa Ampuni Dosa Aborsi

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net