Rabu, April 15, 2026
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif
Berita Terkait Gereja Katolik
No Result
View All Result
Home Berita

Dua Bersaudara di Pakistan yang Dituduh Melakukan Penistaan terhadap Islam Dibebaskan

Komunitas Kristen yang berjumlah hanya 2% dari penduduk Pakistan sering menjadi sasaran tuduhan palsu penistaan agama.

2 Maret 2024
in Berita, Dunia, Headline
Reading Time: 2 mins read
Dua Bersaudara di Pakistan yang Dituduh Melakukan Penistaan terhadap Islam Dibebaskan

Warga berdiri di tengah puing-puing di samping Gereja Santo Yohanes yang dibakar di Jaranwala di pinggiran Faisalabad pada 17 Agustus 2023, sehari setelah serangan oleh pria Muslim menyusul tuduhan bahwa umat Kristen telah menodai Al-Quran. (Foto: AFP)

Katoliknews – Dua bersaudara yang dituduh melakukan tindakan penistaan terhadap Islam—yang memicu massa di Pakistan menggeledah rumah dan gereja di daerah kantong Kristen pada Agustus tahun lalu—telah dibebaskan dari penjara, kata pengacara mereka pada 1 Maret 2024.

Saat itu, lebih dari 80 rumah umat Kristiani dan 19 gereja dirusak oleh massa di kota Jaranwala di wilayah timur Pakistan setelah tersebarnya tuduhan bahwa Alquran telah dinistakan.

Pakistan adalah salah satu Negara yang konservatif soal agama dan sebagian besar pendududknya Muslim. Tuduhan penodaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad di Negara ini, bahkan tuduhan yang tidak terbukti sekalipun, telah memicu aksi main hakim sendiri yang mematikan.

Meskipun polisi menangkap lebih dari 125 tersangka perusuh, mereka juga menahan dua saudara Kristen karena dicurigai telah merusak Alquran – sebuah pelanggaran terhadap undang-undang penistaan agama di Pakistan yang mana pelanggaran itu  dapat mengakibatkan hukuman mati.

Namun pengacara kakak beradik itu, Tahir Bashir, mengatakan kepada AFP seperti dilansir Ucanews bahwa mereka dibebaskan setelah pengadilan antiteror menolak membawa kasus mereka ke pengadilan pada 29 Februari.

Baca Juga

In Memoriam Pater Nico Syukur Dister OFM

Kehilangan yang Membentuk: Refleksi tentang Teologi Pater Nico Syukur Dister OFM

Paus: Kita Memiliki Kewajiban Moral untuk Melindungi Warga Sipil dari Dampak Mengerikan Perang

Nico Syukur Dister OFM, sang Teolog Itu Berpulang

“Tanpa pengadilan, tidak ada tersangka yang dapat ditahan tanpa batas waktu di penjara,” kata Bashir, menolak menyebutkan nama kliennya di depan umum karena khawatir akan keselamatan mereka.

“Mereka sudah bebas, sudah berkumpul dengan keluarga. Senang sekali bisa dibebaskan,” imbuhnya.

Ratusan umat Kristen meninggalkan kawasan Kristen di Jaranwala musim panas lalu ketika para perusuh menyerbu masuk, membakar gereja-gereja dan menggerebek rumah-rumah.

Pada puncaknya, massa berjumlah sekitar 5.000 orang dan dipicu oleh pengeras suara masjid yang mengumumkan bahwa Alquran telah dirobek, ditulis dengan kata-kata yang menyinggung, dan ditempel di dinding masjid setempat.

Umat Kristen, yang jumlahnya sekitar dua persen dari populasi Pakistan, menempati salah satu kelompok masyarakat terbawah dan sering menjadi sasaran tuduhan  bohong penistaan agama.

Politisi juga dibunuh, pengacara dibunuh, dan mahasiswa digantung karena tuduhan tersebut.

Pekan lalu, polisi terpaksa turun tangan di kota Lahore di bagian timur ketika seorang wanita yang mengenakan kemeja berhiaskan kaligrafi Arab dikepung oleh massa yang menuduhnya melakukan penistaan agama.

Kerumunan pria tersebut mengatakan bahwa pakaian tersebut menggambarkan Al-Qur’an namun dihiasi dengan kata Arab yang berarti “indah”. Wanita tersebut meminta maaf karena telah menyebabkan pelanggaran, namun tidak ada satu pun pria yang ditangkap.

Hakim tertinggi Mahkamah Agung Pakistan juga menjadi sasaran ancaman pembunuhan terselubung baru-baru ini setelah memerintahkan pembebasan seorang pria yang dituduh menyebarkan teks penistaan agama.

Tags: Hubungan antaragamakehidupan beragama di PakistanPenistaan Agama
SendShare33Tweet21Send
Next Post
Mengenal Santa Agnes dari Praha, Putri Raja yang  Memilih Jadi Biarawati

Mengenal Santa Agnes dari Praha, Putri Raja yang Memilih Jadi Biarawati

Fransiskan Timor Leste Belajar Publik Speaking dengan Polisi Indonesia

Fransiskan Timor Leste Belajar Publik Speaking dengan Polisi Indonesia

Discussion about this post

  • Tentang Kami
  • Kirim Tulisan
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan dan Partner
  • Kontak
redaksi.katoliknews@gmail.com

© 2026 - Katoliknews.net

No Result
View All Result
  • Nusantara
  • Dunia
  • Vatikan
  • Sosok
  • Opini
  • Katekese
  • Inspiratif

© 2026 - Katoliknews.net